A.
MEKANISME
RESPIRASI PISCES
a.
Alat
pernafasan pada ikan umumnya berupa insang (branchia).
Ada 2 macam bentuk insang:
Teleostei : insang yang mempunyai
tutup insang
Elasmobranchii : tanpa tutup insang
b.
Bagian-bagian
insang:
1) Arcus branchialis (lengkung
insang)
- Tampak memutih, terdiri dari
jaringan tulang atau tulang rawan
- Terdapat rigi-rigi sepasang
berguna untuk saringan air pernafasan
2) Hemibranchia (lembaran insang)
- Tampak berwarna merah, bangunan
seperti sisir, terdiri dari jaringan lemak
- Mengandung banyak pembuluh darah
(cabang arteria branchialis) sehingga terjadi
pertukaran gas
3) Holobranchiae
- Pada tiap-tiap arcus branchialis
melekat dua buah hemibranchia
c.
Tiap
lembaran insang terdiri dari sepasang filamen yang banyak mengandung lamela
(lapisan tipis). Pada filamen terdapat pembuluh darah yang mengandung kapiler
sehingga memungkinkan terjadinya pertukaran gas O2 dan CO2.
d.
Inspirasi
: O2 dari air masuk ke dalam insang yang kemudian diikat oleh kapiler darah
untuk dibawa ke jaringan tubuh. Sedangkan Ekspirasi : CO2 dari jaringan bersama
darah menuju ke insang dan selanjutnya dikeluarkan dari tubuh.
e.
Ikan
yang hidup di tempat berlumpur mempunyai labirin yang merupakan perluasan
insang berbentuk lipatan berongga tidak teratur. Labirin berfungsi untuk
menyimpan cadangan oksigen sehingga ikan tahan pada kondisi kekurangan oksigen.
(Soewarsono, 1974; Sukaryanto, 2008)
B.
MEKANISME
RESPIRASI AMPHIBI
a.
Jalannya
udara pernafasan ialah sebagai berikut:
Nares
Anteriores → Cavum Nasi → Nares Posteriores → Cavum Oris → Larynx → Bronchus
→Pulmo
b.
Pulmo
merupakan kantong elastis, pada permukaan dinding sebelah dalam terdapat
lipatan-lipatan, dengan ini maka permukaan diperluas. Dalam keadaan baru
berwarna kemerah-merahan karena banyak kapiler darah. Bronchus sangat pendek
(tidak ada trachea)
c.
Mekanisme
pernafasan ini diatur otot-otot di daerah mandibula dan otot-otot perut
d. Selain bernapas dengan selaput rongga mulut, katak bernapas pula dengan kulit, ini dimungkinkan karma kulitnya selalu dalam keadaan basah dan mengandung banyak kapiler sehingga gas pernapasan mudah berdifusi. Oksigen yang masuk lewat kulit akan melewati vena kulit (vena kutanea) kemudian dibawa ke jantung untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Sebaliknya karbon dioksida dari jaringan akan di bawa ke jantung, dari jantung dipompa ke kulit dan paru-paru lewat arteri kulit pare-paru (arteri pulmo kutanea). Dengan demikian pertukaran oksigen dan karbon dioksida dapat terjadi di kulit.
d. Selain bernapas dengan selaput rongga mulut, katak bernapas pula dengan kulit, ini dimungkinkan karma kulitnya selalu dalam keadaan basah dan mengandung banyak kapiler sehingga gas pernapasan mudah berdifusi. Oksigen yang masuk lewat kulit akan melewati vena kulit (vena kutanea) kemudian dibawa ke jantung untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Sebaliknya karbon dioksida dari jaringan akan di bawa ke jantung, dari jantung dipompa ke kulit dan paru-paru lewat arteri kulit pare-paru (arteri pulmo kutanea). Dengan demikian pertukaran oksigen dan karbon dioksida dapat terjadi di kulit.
(Soewarsono,
1974; Anonim, 2000)
C.
MEKANISME
RESPIRASI REPTIL
a.
Jalanya
udara pernafasan adalah sebagai berkut: rima glotidis – laynx - trachea -
broncus – pulmo.
b.
Rima
glottidis sebagai celah di belakang lingua menuju ke ruang larynx.
c.
Larynx
dindingnya dibentuk oleh beberapa tulag rawan.
d.
Trachea:
Sebagai lanjutan larynx, terdapat di sebelah ventral dari collum, didndingnya
tersusun atas lingkaran-lingkaran tulang rawan: annulus trachealis
di daerah thorax trachea bercabang menjadi 2 bronchus yang pendek (sinistum dan dextrum). Percabangan itu disebut: bifurcatio trachea
di daerah thorax trachea bercabang menjadi 2 bronchus yang pendek (sinistum dan dextrum). Percabangan itu disebut: bifurcatio trachea
e.
Paru-paru
reptilia berada dalam rongga dada dan dilindungi oleh tulang rusuk. Paru-paru
reptilia lebih sederhana, hanya dengan beberapa lipatan dinding yang berfungsi
memperbesar permukaan pertukaran gas. Pada reptilia pertukaran gas tidak
efektif. Pada kadal, kura-kura, dan buaya paru-paru lebih kompleks, dengan
beberapa belahan-belahan yang membuat paru-parunya bertekstur seperti spon.
f.
Pada
kadal, kura-kura, dan buaya paru-paru lebih kompleks, dengan beberapa
belahanbelahan yang membuat paru-parunya bertekstur seperti spon. Paru-paru
pada beberapa jenis kadal misalnya bunglon Afrika mempunyai pundi-pundi hawa
cadangan yang memungkinkan hewan tersebut melayang di udara.
(Soewarsono,1974; Anonim, 2000)
(Soewarsono,1974; Anonim, 2000)
D.
MEKANISME
RESPIRASI AVES
a. Jalannya udara pernafasan adalah
sebagai berikut:
nares anteriores - cavum nasi -
nares posteriores– laynx- broncus –brochiolus – pulmo
b. Bagian-bagiannya:
- Nares anteriores (lubang hidung): sepasang, terdapat pada pangkal rostrum bagian dorsal.
- Nares anteriores (lubang hidung): sepasang, terdapat pada pangkal rostrum bagian dorsal.
-Nares posteriors: lubang pada
palatum
- Larrynx: terdiri atas tulang
rawan, membatasi suatu ruangan yang disebut glottides
- Laryng dihubungkan dengan rongga
mulut dengan perantara celah yag disebut rima glottides
- Trachea: bentuk pipa, terdapat
cincin tulang rawan ‘Annulus Trakhealis’
- Pulmo: sepasang seperti spons. Menempel pada dorsal thorax diantara costae. Dibungkus pleura
- Pulmo: sepasang seperti spons. Menempel pada dorsal thorax diantara costae. Dibungkus pleura
- Syrinx: pada Bifurcatio trakhealis
Tersusun daari 1 pasang annulus trakhealis caudal dan satu pasang annulus
branchialis crania Membatasi ruangan yang agak melebar ‘Tympanium’
Pessulus: Merupakan tulang rawan
melintang dari ventral ke dorsal, terletak pada daerah terkaudal trachea,
menyokong lipatan membrane semilunaris
- Pulmo pada Cullumbia livia dan
Gallus pulmo berhubungan dengan kantong udara
- Saccus Pneumaticus: Saccus
cervicalis (sepasang di pangkal leher)
Saccus interclavicularis (tunggal, coracoids)
Saccus interclavicularis (tunggal, coracoids)
Saccus axillaris (percabangan dari
saccus interclavikularis)
Saccus Thoracalis anterior (ruang
dada bagian depan
Saccus Thoracalis posterior (ruang
dada bagian luar)
Saccus Abdominal (dilindungi oleh
lingkaran intestinum)
(Soewarsono, 1974)
E. MEKANISME RESPIRASI MAMALIA
a. Jalannya udara pernafasan:
nares anteriores - cavum nasi -
nares posteriores– laynx- broncus –brochiolus – pulmo
b. Bagian – bagiannya:
- Nares anteriore
- Cavum nasi
- Nares posteriors: lubang hidung
dalam cavum oris.
- Larynx: rongga di belakang pharynx
diperkuat cartilago – cartilago. Rongganya disebut auditus laryngis yang
dihubungkan pharynx oleh rima glotidis.
Diperkuat oleh tulang kartilago laring. Tulang
penyusunnya: Epiglottis, Cartilago thyroidea, Cartilago, Arithenoidea, Cartilago
Crycoidea
- Trachea: diperkuat Dengan annulus
trachealis di sebelah dorsal tidak menutup. Terletak di sebelah ventral
esophagus.
- Bronchus: trachea kemudian
bercabang menjadi dua (dexter dan sinister). Bronchus masuk ke pulmo bercabang
– cabang menjadi bronchiolus, bronchus respiratorius, ductus alveolaris,
infundibulum, alveolus.
-Pulmo (dexter dan sinister): tiap
lobus dimasuki oleh bronchiolus.
(Frandson, 1992)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar