Sabtu, 04 Januari 2014

Mekanisme Respirasi



A.    MEKANISME RESPIRASI PISCES
a.       Alat pernafasan pada ikan umumnya berupa insang (branchia).
Ada 2 macam bentuk insang:
Teleostei : insang yang mempunyai tutup insang
Elasmobranchii : tanpa tutup insang
b.      Bagian-bagian insang:
1) Arcus branchialis (lengkung insang)
- Tampak memutih, terdiri dari jaringan tulang atau tulang rawan
- Terdapat rigi-rigi sepasang berguna untuk saringan air pernafasan
2) Hemibranchia (lembaran insang)
- Tampak berwarna merah, bangunan seperti sisir, terdiri dari jaringan lemak
- Mengandung banyak pembuluh darah (cabang arteria branchialis) sehingga terjadi  pertukaran gas
3) Holobranchiae
- Pada tiap-tiap arcus branchialis melekat dua buah hemibranchia
c.       Tiap lembaran insang terdiri dari sepasang filamen yang banyak mengandung lamela (lapisan tipis). Pada filamen terdapat pembuluh darah yang mengandung kapiler sehingga memungkinkan terjadinya pertukaran gas O2 dan CO2.
d.      Inspirasi : O2 dari air masuk ke dalam insang yang kemudian diikat oleh kapiler darah untuk dibawa ke jaringan tubuh. Sedangkan Ekspirasi : CO2 dari jaringan bersama darah menuju ke insang dan selanjutnya dikeluarkan dari tubuh.
e.       Ikan yang hidup di tempat berlumpur mempunyai labirin yang merupakan perluasan insang berbentuk lipatan berongga tidak teratur. Labirin berfungsi untuk menyimpan cadangan oksigen sehingga ikan tahan pada kondisi kekurangan oksigen.
(Soewarsono, 1974; Sukaryanto, 2008)
B.       MEKANISME RESPIRASI AMPHIBI
a.                            Jalannya udara pernafasan ialah sebagai berikut:
Nares Anteriores → Cavum Nasi → Nares Posteriores → Cavum Oris → Larynx → Bronchus
→Pulmo
b.                           Pulmo merupakan kantong elastis, pada permukaan dinding sebelah dalam terdapat lipatan-lipatan, dengan ini maka permukaan diperluas. Dalam keadaan baru berwarna kemerah-merahan karena banyak kapiler darah. Bronchus sangat pendek (tidak ada trachea)
c.                            Mekanisme pernafasan ini diatur otot-otot di daerah mandibula dan otot-otot perut
d. Selain bernapas dengan selaput rongga mulut, katak bernapas pula dengan kulit, ini dimungkinkan karma kulitnya selalu dalam keadaan basah dan mengandung banyak kapiler sehingga gas pernapasan mudah berdifusi. Oksigen yang masuk lewat kulit akan melewati vena kulit (vena kutanea) kemudian dibawa ke jantung untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Sebaliknya karbon dioksida dari jaringan akan di bawa ke jantung, dari jantung dipompa ke kulit dan paru-paru lewat arteri kulit pare-paru (arteri pulmo kutanea). Dengan demikian pertukaran oksigen dan karbon dioksida dapat terjadi di kulit.
(Soewarsono, 1974; Anonim, 2000)
C.    MEKANISME RESPIRASI REPTIL
a.                            Jalanya udara pernafasan adalah sebagai berkut: rima glotidis – laynx - trachea - broncus – pulmo.
b.                            Rima glottidis sebagai celah di belakang lingua menuju ke ruang larynx.
c.                            Larynx dindingnya dibentuk oleh beberapa tulag rawan.
d.                           Trachea: Sebagai lanjutan larynx, terdapat di sebelah ventral dari collum, didndingnya tersusun atas lingkaran-lingkaran tulang rawan: annulus trachealis
di daerah thorax trachea bercabang menjadi 2 bronchus yang pendek (sinistum dan dextrum). Percabangan itu disebut: bifurcatio trachea
e.                            Paru-paru reptilia berada dalam rongga dada dan dilindungi oleh tulang rusuk. Paru-paru reptilia lebih sederhana, hanya dengan beberapa lipatan dinding yang berfungsi memperbesar permukaan pertukaran gas. Pada reptilia pertukaran gas tidak efektif. Pada kadal, kura-kura, dan buaya paru-paru lebih kompleks, dengan beberapa belahan-belahan yang membuat paru-parunya bertekstur seperti spon.
f.                             Pada kadal, kura-kura, dan buaya paru-paru lebih kompleks, dengan beberapa belahanbelahan yang membuat paru-parunya bertekstur seperti spon. Paru-paru pada beberapa jenis kadal misalnya bunglon Afrika mempunyai pundi-pundi hawa cadangan yang memungkinkan hewan tersebut melayang di udara.
(Soewarsono,1974; Anonim, 2000)
D.    MEKANISME RESPIRASI AVES
a.       Jalannya udara pernafasan adalah sebagai berikut:
nares anteriores - cavum nasi - nares posteriores– laynx- broncus –brochiolus – pulmo
b.      Bagian-bagiannya:
- Nares anteriores (lubang hidung): sepasang, terdapat pada pangkal rostrum bagian dorsal.
-Nares posteriors: lubang pada palatum
- Larrynx: terdiri atas tulang rawan, membatasi suatu ruangan yang disebut glottides
- Laryng dihubungkan dengan rongga mulut dengan perantara celah yag disebut rima glottides
- Trachea: bentuk pipa, terdapat cincin tulang rawan ‘Annulus Trakhealis’
- Pulmo: sepasang seperti spons. Menempel pada dorsal thorax diantara costae. Dibungkus pleura
- Syrinx: pada Bifurcatio trakhealis Tersusun daari 1 pasang annulus trakhealis caudal dan satu pasang annulus branchialis crania Membatasi ruangan yang agak melebar ‘Tympanium’
Pessulus: Merupakan tulang rawan melintang dari ventral ke dorsal, terletak pada daerah terkaudal trachea, menyokong lipatan membrane semilunaris
- Pulmo pada Cullumbia livia dan Gallus pulmo berhubungan dengan kantong udara
- Saccus Pneumaticus: Saccus cervicalis (sepasang di pangkal leher)
Saccus interclavicularis (tunggal, coracoids)
Saccus axillaris (percabangan dari saccus interclavikularis)
Saccus Thoracalis anterior (ruang dada bagian depan
Saccus Thoracalis posterior (ruang dada bagian luar)
Saccus Abdominal (dilindungi oleh lingkaran intestinum)
(Soewarsono, 1974)
E.     MEKANISME RESPIRASI MAMALIA
a.       Jalannya udara pernafasan:
nares anteriores - cavum nasi - nares posteriores– laynx- broncus –brochiolus – pulmo
b.      Bagian – bagiannya:
- Nares anteriore
- Cavum nasi
- Nares posteriors: lubang hidung dalam cavum oris.
- Larynx: rongga di belakang pharynx diperkuat cartilago – cartilago. Rongganya disebut auditus laryngis yang dihubungkan pharynx oleh rima glotidis.
 Diperkuat oleh tulang kartilago laring. Tulang penyusunnya: Epiglottis, Cartilago thyroidea, Cartilago, Arithenoidea, Cartilago Crycoidea
- Trachea: diperkuat Dengan annulus trachealis di sebelah dorsal tidak menutup. Terletak di sebelah ventral esophagus.
- Bronchus: trachea kemudian bercabang menjadi dua (dexter dan sinister). Bronchus masuk ke pulmo bercabang – cabang menjadi bronchiolus, bronchus respiratorius, ductus alveolaris, infundibulum, alveolus.
-Pulmo (dexter dan sinister): tiap lobus dimasuki oleh bronchiolus.
(Frandson, 1992)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar